Hari Kedua Operasi, Satlantas Polres Tanggamus Periksa 318 Kendaraan

Administrator   |   Lalu Lintas  |   Jumat, 07 Mei 2021 - 21:35:07 WIB   |  dibaca: 266 kali
Hari Kedua Operasi, Satlantas Polres Tanggamus Periksa 318 Kendaraan

Kasat Lantas Polres Tanggamus saat Memimpin Penyekatan di Chekpoint Rest Area Pugung, Jumat (7/5/21).

Tanggamus - Sejumlah kendaraan berplat luar lampung dihentikan Satgas Operasi Ketupat Krakatau 2021 Polres Tanggamus saat melaksanakan penyekatan di 3 Chekpoint Jalinbar Kabupaten Tanggamus pada hari kedua operasi, Jumat (7/5/21).

Kasat Lantas Polres Tanggamus AKP Jonnifer Yolandra, SIK. MH mengungkapan, pemeriksaan tidak hanya kelengkapan surat, namun juga identitas pengedara.

Meski kendaraan yang digunakan berasal dari luar daerah, penumpangnya merupakan warga di wilayah lokal. Oleh karenanya, seluruh kendaraan yang diperiksa diperbolehkan masuk ke Tanggamus.

Adapun jumlah kendaraan sebanyak 318 terdiri dari 48 sepeda motor, 240 mobil penumpang, 10 mobil barang dan 20 bus angkutan umum.

"Hari kedua ini 318 kendaraan yang diperiksa karena diduga membawa pemudik, namun tidak ada yang disuruh putar balik sebab mereka bukan pemudik melainkan warga Provinsi Lampung," ungkap AKP Jonnifer Yolandra mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya, SIK.

Kasat menjelaskan, pemeriksaan terhadap kendaraan tersebut dilakukan di tiga chekpoint yakni Rest Area Pugung, Pekon Talagening Kota Agung Barat dan Pekon Sedayu Semaka.

"Jumlah tersebut, dilakukan di 3 chekpoint dengan waktu pelaksanaan 4 kali kegiatan selama 24 jam setiap posnya atau berjumlah 12 kali pemeriksaan," jelasnya.

Kesempatan itu Kasat menghimbau dan meminta masyarakat menangguhkan niat mudik ke kampung halaman pada momen Idul Fitri tahun ini. Sebab belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, tiap libur panjang akan selalu diikuti dengan peningkatan kasus Covid-19 yang juga menyebabkan bertambahnya pasien yang membutuhkan perawatan di rumah sakit.

"Mudik merupakan salah satu solusi dalam mengatasi kerinduan terhadap keluarga, namun daripada mudik tetapi membawa virus kasihan keluarga di kampung. Lebih baik melakukan silaturahmi secara virtual saja," imbaunya. (*)

Profil Administrator

Administrator


Komentar




Komentar Facebook