Polres Tanggamus Gelar Pengamanan Penutupan Sementara Pasar Gisting

Administrator   |   Mitra Polres Tanggamus  |   Selasa, 20 Oktober 2020 - 15:55:15 WIB   |  dibaca: 1334 kali
Polres Tanggamus Gelar Pengamanan Penutupan Sementara Pasar Gisting

Personel Gabungan saat Melaksanakan Pengamanan Rapidtest Massal dan Sosialisasi Penutupan Pasar Gisting.

Tanggamus - Pasca keluarnya hasil swab 5 warga terpapar Covid-19 di sekitar pasar Gisting, pasar tersebut ditutup selama 3 hari dimulai hari Rabu (21/10/20) hingga Jumat (24/10/20).

Atas hal itu, Polres Tanggamus bersama tim gabungan melaksanakan sososialisasi dipimpin Kabag Ops Polres Tanggamus bersama Kasat Binmas AKP H. Irfansyah Panjaitan dan sejumlah personelnya serta TNI mendampingi tim Gugus Tugas Covid-19, Selasa (20/10/20) sore.

"Kegiatan sosialisasi penutupan sementara pasar gisting oleh Gugus Tugas, Polres Tanggamus bersama TNI bergabung melaksanakannya, hingga berakhirnya kegiatan berlangsung kondusif," kata Kompol Bunyamin mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya, SIK.

Terpisah menurut Kadiskes Tanggamus Taufik Hidayat, Kasus Covid-19 di Tanggamus bertambah lima kasus hasil tracing pasien 42 di Kecamatan Gisting, kelima orang tersebut diidentifikasi sebagai pasien 45, 46, 47, 48, dan 49. 

"Mereka adalah keluarga terdiri anak, dua cucu, dan pasangan suami istri, tetangga. Orang yang mempunyai kontak erat dengan pasien 42," ujar Taufik. 

Selanjutnya untuk lima pasien yang baru tersebut sudah dibawa ke RSUD Batin Mangunang, Kota Agung. Dan kondisi mereka tanpa gejala, dari segi usia juga masih muda dan anak-anak dengan usia terkecil sembilan tahun.  

Kemudian, dari perkembangan lima pasien baru tersebut, tim medis akan melakukan tracing lagi terhadap orang-orang yang kontak erat dengan kelima pasien baru. 

"Untuk berapa orang yang ditracing sementara ini belum diketahui pasti jumlahnya, pendataan masih dilakukan dan selanjunya diambil sampel swabnya," terang Taufik.

Ia juga mengaku, terkait munculnya kasus 42, kemungkinan dirinya terkena dari orang lain. Sebab pasien 42 hanya di rumah saja bahkan informasinya menggunakan kursi roda. 

"Kemungkinan pasien 42 terkena dari orang lain, sebab anggota keluarga dan orang-orang sekitarnya beraktivitas di pasar. Untuk itulah pasar jadi fokus kami," ujar Taufik. 

Ia mengaku, informasi adanya turunan pasien diterima pada Selasa 20 Oktober pagi dan langsung diadakan rapat. Hingga diputuskan untuk rapid tes massal bagi pedagang dan orang yang bekerja di Pasar Gisting. 

"Kami langsung putuskan untuk segera rapid tes massal di Pasar Gisting, syukur hasilnya semua nonreaktif," terang Taufik. 

Ia mengaku, ada 232 orang yang dirapid tes dengan hasil nonreaktif semua. Maka tidak ada tindak lanjut dari hasil rapid tes massal tersebut. 

Menurutnya penanganan Pasar Gisting adalah langkah cepat setelah hasil evaluasi pelaksanaan rapid tes di pasar lain. Hasilnya banyak pedagang dan orang yang bekerja di pasar ikuti rapid. 

Selanjutnya, diputuskan juga penutupan Pasar Gisting untuk penyemprotan disinfektan selama tiga hari. Selama tiga hari dan pasar ditutup total, baik untuk aktivitas perdagangan siang, malam dan dini hari.

"Pasar adalah tempat umum dan banyak mobilitas orang di pasar. Itu potensi untuk penyebaran Covid-19. Dan kemungkinan itu yang memunculkan kasus di Gisting serta beberapa tempat lain. Maka diputuskan menutup sementara pasar," terang Taufik. 

Menurut Camat Gisting Purwanti, penutupan dilakukan di pasar, dan toko-toko sekitar Pasar Gisting termasuk juga toko waralaba. 

"Kami mohon bantuan dan dukungan dari para pedagang terhadap putusan penutupan pasar. Sebab ini usaha untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang makin luas," terang Purwanti. 

Ia menambahkan, penutupan dilakukan untuk aktivitas perdagangan siang, malam dan dini hari. Semuanya dilarang selama tiga hari. Dan untuk pengamanan akan didukung Polres Tanggamus, TNI, Satpol PP. (*)

Profil Administrator

Administrator


Komentar




Komentar Facebook