Polres Tanggamus Terjunkan Tim Polsek, Sisir Perairan Cari Jenazah Penyelam WNA

Administrator   |   Kegiatan Polres Tanggamus  |   Rabu, 13 November 2019 - 20:35:23 WIB   |  dibaca: 1197 kali
Polres Tanggamus Terjunkan Tim Polsek, Sisir Perairan Cari Jenazah Penyelam WNA

Penyisiran di Perairan Cukuh Balak Dipimpin Kapolseknya Ipda Eko Sujarwo, SH. M.Si.

TANGGAMUS - Jajaran Polsek Polres Tanggamus yang memiliki wilayah perairan bersama Polair menyisir perairan hingga ke pantai, Rabu (13/11/19).

Hal itu dilakukan sebagai upaya pencarian jenazah penyelam berwarga negara asing (WNA) yang tenggelam di Perairan Sangiang Banten. Pasalnya, satu jenazah berpakian selam lengkap diduga salah satu WNS tenggelam itu ditemukan di perairan Teluk Bangkunat Pekon Kota Jawa, Kecamatan Bangkunat, Kabupaten Pesisir Barat, pada Senin (11/11/19).

Kabag Ops Polres Tanggamus Kompol Bunyamin, SH. MH mengungkapkan, pihaknya memonitor dan berupaya melakukan penyisirin melalui Polsek yang memiliki wilayah perairan.

"Senin kemarin telah ditemukan diduga salah satu penyelam di pantai Bengkunat Kabupaten Pesisir Barat. Sehingga kami juga berupaya melakukan pencarian di wilayah hukum Polres Tanggamus," kata Kompol Bunyamin dalam keterangannya mewakili Kapolres AKBP Hesmu Baroto, SIK. MM.

Lanjutnya, wilayah yang telah dilakukan penyisirin meliputi Polsek Pematang Sawa, Polsek Semaka, Polsek Wonosobo, Polsek Kota Agung, Polsek Limau dan Polsek Cukuh Balak.

"Hingga sore tadi, pelaksanaan penyisiran bersama Polair tidak menemukan tanda-tanda sosok penyelam WNA tersebut," ujarnya.

Kesempatan itu Kompol Bunyamin menghimbau masyarakat untuk dapat mengubungi Polres Tanggamus maupun aparat lain bilamana menemukan mayat WNA tersebut.

"Masyarakat khususnya di wilayah hukum Polres Tanggamus apabila menemukan mayat penyelam tersebut agar dapat menghubungi Polres Tanggamus," harapnya.

Ditambahkan Kabag Ops, besok pagi (14/11) akan dilanjutkan denhan melibatkan instansi terkait yakni Polair, Basarnas, TNI, serta warga masyarakat sepanjang pantai.

"Bila dimungkinkan ombak laut bershahabat akan dilaksanakan penyisiran bersama Polair, Basarnas, TNI dan masyaraka hingga ke Pulau Tabuan," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, tujuh wisatawan China melakukan penyelaman di perairan Pulau Sangiang pada Minggu, 3 November 2019.

Mereka berangkat dari Pantai Mabak sekitar pukul 13.30 WIB. Kemudian mereka sampai di perairan Pulau Sangiang sekitar pukul 13.45 WIB dan langsung melakukan penyelaman.

Penyelam dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama muncul ke permukaan laut sekitar pukul 14.45 WIB. Tim kedua sempat muncul kemudian masuk ke air lagi dan tidak muncul kembali. Dugaan sementara, turis asal China itu terseret arus bawah laut.

Menurut data yang dihimpun, mereka yang hilang bernama namanya Tan Xue Tao (L) dari PT Wuling Motor, Tian Yu (L) dari PT China-lndonesia. Kemudian Wang Bing Yang (L), dari PT Morowali Industry Aico. (*)

Profil Administrator

Administrator

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar




Komentar Facebook