Selama Ops Patuh Dua Ribuan Pelanggar Ditindak, Polres Tanggamus Sita 14 Motor Diduga Hasil Kejahata

Administrator   |   Lalu Lintas  |   Kamis, 12 September 2019 - 19:31:30 WIB   |  dibaca: 1344 kali
Selama Ops Patuh Dua Ribuan Pelanggar Ditindak, Polres Tanggamus Sita 14 Motor Diduga Hasil Kejahata

Kasat Lantas Polres Tanggamus saat Memperlihatkan Kendaraan Tanpa Surat-Surat Hasil Operasi Patuh Krakatau 2019.

TANGGAMUS - Satuan Lalu Lintas Polres Tanggamus melakukan penilangan kepada 2.005 pelanggar lalu lintas dalam pelaksaan Operasi Patuh Krakatau 2019.

Dalam penindakan itu diamankan barang bukti 671 surat izin mengemudi (SIM), 572 surat tanda nomor kendaraan (STNK) dan 14 sepeda motor diduga hasil kejahatan karena hingga berakhir operasi pemiliknya tidak dapat menunjukan surat-surat sah.

Menurut Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Tanggamus AKP Yuniarta, SH pelaksanaan operasi Patuh dilaksanakan di Tanggamus dan Pringsewu. Jumlah pelanggaran tersebut naik dibanding tahun lalu, dimana tahun 2018, ada 1.373 pelanggar.

"Pelanggaran tertinggi tidak menggunakan helm bagi pengendara sepeda motor. Itu naik drastis dari tahun lalu ada 348 pelanggaran, sekarang 1.237 pelanggaran," kata Yuniarta, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, Kamis (12/9/19) sore.

Ia menambahkan, pelanggaran lainnya yaitu melawan arus sebanyak 41 pelanggaran untuk pengendara motor atau sama dengan tahun lalu. Dan empat untuk pengendara mobil, sedang tahun lalu tidak ada.

Lantas pengendara di bawah umur untuk pengendara motor juga naik drastis, sekarang 142 pelanggaran tahun lalu tidak ada. Sedang untuk pengendara mobil tidak ada.

Selanjutnya pelanggaran yang turun jenis pelanggaran lain-lain, sekarang hanya 194 pelanggaran sedangkan tahun lalu 787 pelanggaran. Kemudian berkendara sambil bertelpon, pengendara mabuk, melebihi kecepatan tidak didapatkan.

"Kami mengimbau penggendara sepeda motor agar gunakan helm, sebab itu untuk keselamatan diri sendiri. Dan kami imbau para orang tua jangan berikan sepeda motor pada anak yang usianya belum cukup secara aturan," terang Yuniarta.

Untuk jenis kendaraannya, sepeda motor yang tertinggi, yakni 1.614 pelanggaran, naik dari tahun lalu 1.179 pelanggaran. Mobil penumpang juga naik yakni 245 pelanggaran sedang tahun lalu 134 pelanggaran. Dan mobil barang pun naik, kini 146 pelanggaran, tahun lalu 60 pelanggaran.

Lalu selama pelaksanaan Operasi Patuh sejak 29 Agustus sampai 11 September 2019 ada dua kecelakaan lalulintas dengan korban meninggal dua orang. Itu naik dari tahun lalu ada satu kecelakaan dan satu meninggal.

Selain fokus pada penertiban lalulintas, Satlantas Polres Tanggamus juga melaksanakan pendidikan masyarakat selama Operasi Patuh 2019. Itu dilakukan berupa penyuluhan sebanyak 148 kali. Lalu pemasangan imbauan sebanyak 193 kali.

"Juga program Keamanan Lalulintas 34 kali. Program Keselamatan Lalulintas 29 kali dan kegiatan lalulintas berupa pengaturan, penjagaan, pengawalan, patroli, totalnya sebanyak 1.641 kali," pungkasnya. (*)

Profil Administrator

Administrator

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar




Komentar Facebook