"Ngopi" Bareng KPU dan IWO, Kasat Intelkam Sampaikan Himbauan Jelang Pemilu 2019

Administrator   |   Kegiatan Polres Tanggamus  |   Sabtu, 15 Desember 2018 - 18:47:24 WIB   |  dibaca: 548 kali
"Ngopi" Bareng KPU dan IWO, Kasat Intelkam Sampaikan Himbauan Jelang Pemilu 2019

Kasat Intelkam Polres Tanggamus AKP Samsuri saat menyampaian pesan dalam gelaran "Ngopi" bareng KPU dan IWO Tanggamus, Sabtu (15/12).

TANGGAMUS - Mewakili Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, SIK. M.Si. Kasat Intelkam AKP Syamsuri, SH,MH menghimbau kepada para generasi milenial untuk bijak dalam menggunakan media sosial (medsos) di dunia maya seperti Facebook,Twiter, Instagram, dan lain sebagainya, dalam menghadapi Pilpres dan pileg tahun 2019 mendatang.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Kegiatan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tanggamus yang bekerjasama dengan Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Tanggamus di acara Ngopi " Ngobrol pemilu bebas Hoax " yang bertempat di Caffe Kedai Pakde Kecamatan Gisting, Tanggamus (15/12/18) siang.

Menurut Kasat, terkait masalah hoax ini adalah berita palsu yang disebar oknum yang tidak bertanggungjawab untuk mengadu domba suatu golongan. Apa lagi saat ini telah memasuki tahap kampanye politik, Oknum tersebut menyebarkan ujaran kebencian, dan untuk Pilpres yang paling menonjol karena kita mengetahui calon hanya ada dua yang maju dalam pemilihan presiden indonesia head to head.

"Untuk memecah dan mencari keributan dalam menyebarkan di dunia maya khususnya media sosial facebook, biasanya oknum tersebut memakai bahan objek seperti gender, suku, ras dan agama dalam menyebarkan berita bohong atau ujaran kebencian,"ungkapnya.

Lanjutnya, untuk itu dalam menghadapi konten-konten yang dapat memprovokasi serta memecah belah umat, Polres Tanggamus ada Tim Cyber yang sering patroli di dunia maya, untuk mencari konten yang dapat mengadu domba, ini dilakukan oleh pihak kepolisian untuk selalu berupaya untuk menjaga suasana tahun politik agar tetap kondusif dan memberikan rasa aman, nyaman kepada masyarakat pengguna media sosial khususnya.

"Kita dari pihak Polres Tanggamus selalu berupaya untuk memberikan himbauan kepada masyarakat dalam menggunakan gadget, bahkan kami ada Tim Cyber yang selalu berpatroli di dunia maya untuk mencari konten-konten yang sifatnya memprovokasi yang dapat membuat suasana panas menjelang pemilu ini," kata Kasat Intelkam.

Kasat berpesan, agar masyarakat menjaga suasana menjelang Pileg dan Pilpres 2019 tetap aman dan kondusif. Polres Tanggamus tidak menghendaki adanya keributan antar para pendukung calon, karena ada pribahasa mengatakan menang jadi arang kalah jadi abu, maka dari itu setiap berita yang dibaca harus di cerna terlebih dahulu dan dicari kebenaran berita tersebut sebelum di share ke media sosial, karena jika kita share tanpa mencari kebenarannya itu dapat membuat si penyebar berita tersebut berhadapan dengan hukum.

Bahkan terkait itu, ada Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE), Undang-Undang Nomor 40 tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis yang bakal menjerat penyebar hoax yang dapat menyebabkan terjadinya konflik sosial sangksi ancaman hukumannya pidana penjara selama enam tahun dan denda Rp.1miliyar.

"Maka dari tidak henti-hentinya kami pihak kepolisian terus menghimbau kepada masyarakat agar bijak-bijaklah dalam menggunakan media sosial di dunia maya, karena itu sudah di atur dalam undang-undang dan ada hukuman yang akan diterima. Sebab contohnya sudah ada," pungkasnya. (*)

Profil Administrator

Administrator

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook