Napi Pembobolan Rekening 520 Juta Via Internet Ditangkap Dittipidsiber Bareskrim Polri

Administrator   |   Nasional  |   Jumat, 30 November 2018 - 19:04:39 WIB   |  dibaca: 1290 kali
Napi Pembobolan Rekening 520 Juta Via Internet Ditangkap Dittipidsiber Bareskrim Polri

Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Pol Dani Kustoni saat merilis tersangka di Jakarta.

TANGGAMUS - Tersangka ZA (27) dan PRH (25) ditangkap di Pekanbaru dan Surabaya, sedangkan tsk JEPG (29) sekitar bulan Agustus 2018 meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas.

Keduanya diringkus karena telah berkonspirasi melakukan kejahatan Manipulasi Data Autentik secara Elektronik melalui ITE dan penyalahgunaan transaksi internet banking untuk mengambil uang milik nasabah salah satu Bank, hingga menderita kerugian sebesar 520 JT.

Kepada penyidik ZA mengakui melakukan illegal akses terhadap email nasabah dengan menggunakan yang diperoleh dari salah satu web phising.

"Modusnya, email milik korban AK telah dikuasai ZA sejak tahun 2017. Setelah ZA berhasil mengambil alih simcard XL milik korban tanggal 18 Juli 2018 dan mendapatkan notifikasi pemberitahuan dari pihak bank berupa OTP (one time password) atau sandi sekali pakai, dan pada tanggal yang sama ZA leluasa menggunakan rekening milik korban untuk transfer ke beberapa rekening melalui internet banking yang diakses menggunakan perangkat handphone tablet," kata Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Pol Dani Kustoni dalam rilisnya yang diterima Humas Polres Tanggamus dan polrestanggamus.com, Jumat (30/11) malam.

Lanjutnya, Dalam melakukan aksinya ZA dibantu oleh PRH yang telah disuruh mengurus sim card baru, atas nama korban AK dengan menggunakan dokumen palsu yang disiapkan ZA dan Alm. JEPG (Oknum Petugas Lapas) yang menyiapkan 15 rekening yang digunakan ZA untuk menampung uang hasil kejahatan.

"Alhasil, uang di dalam rekening milik korban sebesar 520 JT, telah dipindahkan ZA ke 15 rekening dari berbagai bank yang telah disediakan oleh JEPG," terangnya.

Untuk diketahui ZA merupakan salah satu Napi yang sedang menjalani hukuman di Lapas kelas II A Pekanbaru karena terlibat dalam kasus Narkoba. Selama menjalani hukuman, ZA leluasa melakukan illegal akses dari balik jeruji dan dibantu oleh salah satu oknum petugas Lapas untuk mengumpulkan nomer-nomer rekening serta menarik tunai uang nasabah melalui ATM.

Atas perbuatan para tersangka yang merugikan pihak nasabah maupun pihak bank tersebut, tersangka diancam dengan Pasal 50 jo Pasal 34 ayat (1) huruf b UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 3, Pasal 4 dan Pasal 5 Jo Pasal 10 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan/atau Pasal 363 KUHP dan/atau Pasal 263 KUHP dan/atau dan/atau Pasal 82 dan 85 UU Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana dan/atau Pasal 55 KUHP.

"sehingga dapat dipidana maksimal 20 tahun dan denda paling banyak Rp. 20 Milyar," pungkasnya.

Berikut Tips, Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri dalam mencegah menjadi korban SIM Swap Fraud dari Direktorat Pidana Siber Bareskrim Polri, : pertama; Update user dan password perbankan yang dimiliki setiap 3 – 6 bulan. Kedua; Jangan menggunakan user dan password yang sama dalam aplikasi yang berbeda. Ketiga; Jaga rahasia perbankan, seperti password internet banking, m-banking, PIN ATM, termasuk PIN telepon.

Keempat; Jangan publikasikan nomor ponsel di media sosial atau gunakan nomor ponsel berbeda untuk aktivitas perbankan. Kelima; Jangan pernah memberikan informasi seputar perbankan termasuk kartu kredit, apabila ada telepon atau SMS tak dikenal, Keenam; Pastikan situs layanan internet banking resmi milik bank dan bukan situs phising.

Ketujuh; Jangan pernah membuka tautan tidak jelas dari pesan yang diterima di email maupun SMS. Kedelapan; Ketika SIM ponsel mendadak tidak aktif, segera laporkan ke operator seluler.

Dan terkahir, Aktifkan fitur notifikasi via SMS atau email tentang transaksi finansial atau perubahan pada rekening. (*)

Profil Administrator

Administrator

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar




Komentar Facebook