Sosialisasi dan Perekrutan Duta Satgas Anti Narkoba Pringsewu, Ini Pesan Narasumber ?

Administrator   |   Mitra Polres Tanggamus  |   Selasa, 08 Mei 2018 - 14:14:31 WIB   |  dibaca: 26825 kali
Sosialisasi dan Perekrutan Duta Satgas Anti Narkoba Pringsewu, Ini Pesan Narasumber ?

Kasatres Narkoba Iptu Anton Saputra, SH. MH menjadi pemateri Sosialisasi.

PRINGSEWU - Mewakili Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, SIK. M.Si. Kasat Reserse (Kasatres) Narkoba Iptu Anton Saputra, SH. MH menjadi narasumber Sosialisasi tentang Bahaya Narkoba dan Perekrutan Duta Satuan Tugas (Satgas) Anti Narkoba di lingkungan kampus dan pondok pesantren yang digelar Pemerintah kabupaten (Pemkab) Pringsewu berkerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung dan Polres Tanggamus di Aula STIE Muhammadiyah Pringsewu, Selasa (8/5) siang.

Bertajuk "Dengan semangat Gerakan Anti Narkoba mari kita ciptakan insan Agamis, Intelektual dan bebas Narkoba menuju Pringswu yg bersahaja", dihadiri 300 mahasiswa dan santri Kabupaten Pringsewu, perwakilan para Camat, para Kakon Kabupaten Pringsewu.

Staf Ahli Bupati Bidang SDM Pemkab Pringsewu, Zulfuad Ashari yang mewakili Bupati Pringsewu, Hi. Sujadi dalam sambutnya mengatakan bahwa dipahami bersama permasalahan narkotika dan obat-obatan berbahaya (Narkoba) merupakan ancaman serius terhadap kelangsungan hidup bangsa negera.

"Narkotika tidak hanya merusak kelangsungan hidup generasi muda. Namun juga membunuh para pewaris masa depan bangsa ini,"ungkapnya.

Menurut dia, bahwa Peredaran narkoba di Indonesia kini berada pada tingkat yang sangat mengkhawatirkan dan seperti tidak mengenal batas usia dan status.

Para pemakainya tidak hanya kalangan orang dewasa saja juga para remaja dan anak-anak. Dari yang berstatus pelajar, mahasiswa, pengusaha, ‎pengangguran, hingga PNS, kepolisian, TNI.

"Bahkan belum lama terjadi seorang PNS, serta seorang kepala daerah juga ikut terjerat narkoba. Sungguh sangat memperhatikan dan semestinya mendapatkan perhatian serius dari kita semua,"kata dia.

Oleh karena itu, lanjut Zulfuad, sangat mendukung diselenggarakan sosialisasi bahaya penyalah gunaan narkoba di kabupaten Pringsewu ini. Sebagai salah satu upaya dalam melakukan pencegehaan maraknya peredaran narkoba dan penyalahgunaan Narkoba baik dikalangan pelajar dan mahasiswa yang termasuk dalam katagori rawan narkoba, juga kalangan pemuda serta masyarakat umum lainnya.

"Ucapan terimakasih saya sampaikan kepada para narasumber yang menyampaikan makalahnya seputar bahaya penyalahgunaan Narkoba dari berbagai sudut pandang. Kiranya sosialisasi ini dapat mencegah dan meminimalisir serta menghindari para pelajar dan mahasiswa serta genarasi muda kita khusus di kabupaten Pringsewu dari jeratan penyalahgunaan narkoba," harapnya.

Dijelaskan Zulfuad, pada kesempatan ini juga akan dilakukan perekrutan Duta Anti Narkoba di lingkungan pemkab Pringsewu tahun 2018.

"Saya berharap kepada para calon duta anti narkoba kita ini nantinya dapat bertekad berperang melawan narkotika dan obat-obatan berbahaya narkoba. Tujuaan pemilihan duta anti narkoba adalah mencari potensi emas dari generasi muda di kabupaten Pringsewu untuk bisa menjadi perwakilan atau representatif semangat muda dalam menggelorakan kampanye stop narkoba juga sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba ditengah masyarakat,"harapnya.

Kepala Sie Pencegahan BNN Provinsi Lampung, Isma Rizanti dalam pemaparan materi mengatakan bahwa Indonesia darurat narkoba. Untuk jenis na‎rkoba paling banyak di konsumsi ‎ di indonesia oleh penyalah guna narkoba adalah ganja, sabu, dan ekstasi. Ketiga jenis narkoba tersebut masih menguasai pasar peredaran narkoba.

Selain itu adalah obat-obatan daftar G misalkan tromadol, Trihex, pil koplo, xanax, dan obat bebas jenis analgesic yang bebas dijual di warung atau pasaran dan konsumsi sercara berlebihan untuk mendapatkan efeknya.

"Untuk itu jangan pernah kita mencoba jadi pengedar narkoba atau mengkonsuminya. Karena,
Pilihan hanya tiga, kalau tidak di tangkap ke kantor polisi, mati masuk kuburan atau di rehabilitas ke BNN," pesannya.

Kasat Narkoba Polres Tanggamus, Iptu Anton Saputra menjelaskan perekrutan Duta Anti Narkoba dilakukan guna menguji pengetahuan peserta mengenai berbagai hal seputar narkoba dan bahayanya bagi generasi penerus bangsa.

"Sehingga, bagi peserta yang berhasil menjawab dan melewati kriteria penilaian tertentu akan dilantik menjadi duta anti narkoba berserta Satgas anti narkoba di kabupaten Pringsewu rencana pada tanggal 9 Mei 2018,"kata dia.

Pada kesempatan itu juga, Iptu Anton Saputra berharap kepada para peserta Sosialisasi untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak para generasi muda .

"Jauhi narkoba jangan sekali mencoba konsumsi atau mengedarkannya. Untuk pencegahan cukup kita mempertebalkan dengan banyak beribadah dan belajar agama agar tidak terjerat narkoba," tandasnya. (*)

Profil Administrator

Administrator

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook