Begini Modus dan Pengkuan Korban Peredaran Uang Palsu di Pasar Kota Agung

Administrator   |   Kriminalitas  |   Kamis, 22 Februari 2018 - 16:42:36 WIB   |  dibaca: 3275 kali
Begini Modus dan Pengkuan Korban Peredaran Uang Palsu di Pasar Kota Agung

Kapolsek Kota Agung AKP Syafri Lubis di ruang kerjanya, Rabu (22/2/18) siang.

Tanggamus - Ditangkapnya pengedar uang palsu di Pasar Kota Agung dengan tersangka AG (24) kemarin Rabu (21/2/18) siang. Dapat diketahui modus tersangka mengedarkan uang palsu dengan cara berbelanja pakaian, pulsa dan aksesoris ponsel di wilayah hukum Polsek Kota Agung.

"Tersangka dengan sengaja mengedarkan uang palsu dengan cara membelanjakannya kepada para pedagang di pasar kota agung dengan tujuan memperoleh barang dan kembalian uang asli dari korbannya,"ungkap Kapolsek Kota Agung AKP Syafri Lubis mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, S.Ik. M.Si. Kamis (22/2/18) dalam rilisnya di Polsek Kota Agung.

Tersangka mengakui membeli uang palsu 13 lembar pecahan 50 ribu dengan membayarnya Rp. 150 ribu uang asli. Uang palsu tersebut dibelinya dari pelaku bernama Dedi asal Lampung Timur yang dikenalnya saat sama-sama bekerja di Jakarta namun baru-baru ini berjumpa di Tanggamus.

"Saya bertemu Dedi di jembatan Jembatan Pekon Terbaya, dan dia memberikan 12 lembar uang palsu pecahan 50 ribu. Saya disuruh membayarnya Rp. 150 ribu,"ujar Agustiawan.

Selanjutnya tersangka mulai membelanjakan uang palsu yang didapat. Seperti membeli celana, baju dan pulsa, aksesoris ponsel. Pengakuan tersangka dia baru melakukannya baru sekali.

Namun berdasarkan pengakuan para korban. Mereka sudah pernah bertransaksi dengan pelaku lebih dari 3 bulan. Seperti keterangan Anudin (19) pedagang pakaian di pasar kota agung, mengungkapkan pelaku datang ke tokonya membeli celana dengan harga 55 ribu, pelaku memberikan uang pecahan 50 selembar dan pecahan 5 ribu selembar lalu langsung pergi kearah jalan raya.

"Kemarin sekitar pukul 13.00 Wib datang sendirian membeli celana, setelah dia pergi lantas saya trawang ternyata pecahan 50 ribu palsu. Kemudian saya kejar dan berhasil ditangkap polisi dijalan depan pasar,"ungkapnya.

Senada dengan korban pertama, korban selanjutnya Anton (35) pedagang pakaian mengatakan 2 bulan lalu pelaku datang membeli switer seharga 60 ribu. Kemudian pelaku menbayar menggunakan pecahan 50 ribuan dan pecahan 5 ribuan 2 lembar.

"Karena saya sibuk jadi saya kantongin aja, selang waktu 5 menit dia pergi dan saya cek dengan menrawang uangnya ternyata palsu,"kata Anton.

Pun demikian, Doni (30) yang juga pedagang pakaian mengalami kerugian sebesar 50 ribu saat pelaku membeli baju seharga 120 ribu, dengan membayar menggunakan uang pecahan 50 ribu selembar dan 6 lembar pecahan 10 ribuan.

"Sekitar bulan kemarin, pelaku datang membeli baju, awalnya saya tidak tau kalo itu uang palsu. Tetapi teman saya yang juga pernah mendapat uang darinya memberitahukan bahwa uang itu palsu. Benar saja etelah saya cek ternyata pecahan 50 ribuan itu adalah palsu,"jelasnya.

Yopi (35), penjual pulsa dan perlengkapan handphone menceritakan saat pelaku datang membeli karet/kondom handphone oppo transaksi senilai 20 ribu dibayar pelaku menggunakan pecahan 50 ribuan.

"Karena dia membayar menggunakan pecahan 50 ribuan, tidak saya cek langsung saya kantongin dan diberikan kembalian 30 ribu. Nah pas sales datang baru ketahuan uangnya 50 ribu tersebut palsu karena hanya satu-satunya pecahan,"pungkasnya.

Berdasarkan keterangan para korban dan tersangka sendiri, hal menarik saat tersangka melakukan transaksi menggunakan uang palsu dengan cara menaruh uang palsu dibawah uang asli sehingga korbannya tidak curiga. Hal tersebut perlu kita waspadai bersama. (*)

Profil Administrator

Administrator

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar




Komentar Facebook